Home » Papua » Wisata Penuh Tantangan di Puncak Jaya, Papua

Wisata Penuh Tantangan di Puncak Jaya, Papua

Satu lagi tempat wisata terindah di Papua yang membuat dunia berdecak kagum, Puncak Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Adalah impian bagi banyak pendaki gunung seantero dunia untuk mengunjunginya. Puncak Carstensz menaruh begitu banyak daya tarik unik serta tantangan yang disenangi oleh para pendaki gunung. Puncak ini adalah puncak paling tinggi di Australia serta Oceania dengan ketinggian 4,884 Mtr dari permukaan laut yang puncaknya diselimuti salju. Objek wisata alam ini termasuk salah satu dari tujuh puncak paling tinggi di lempengan benua, Kilimanjaro (Afrika),  Mount Everest (Asia), Elbrus (Eropa), Mckinley (Amerika Utara), Vinson Massif (Antartika), serta Aconcagua (Amerika Selatan),

Picture : fellindonesia.wordpress.com

Picture : fellindonesia.wordpress.com

Tidak sedikit pendaki yang sudah berhasil menginjakkan kaki disini. Heinrich Harrer sang pendaki yang kisah hidupnya dimainkan oleh Brad Pitt dalam Film Seven Years In Tibet menjadi orang pertama yang mendaki Puncak Carstensz Pyramid. Lalu pendaki dari Italia Reinhold Messner adalah pendaki pertama yang mendaki 14 puncak melebihi 8 ribu mtr. Ada juga Pendaki wanita pertama Everest Junko Tabei dari Jepang juga telah mendaki puncak ini.

Wisata Alam Puncak Carstensz ada di Pegunungan Jayawijaya yang meliputi tiga kabupaten, yakni  Puncak Jaya, Intan Jaya serta Mimika. Lokasi ini diantaranya ditempati Suku Dani yang masih banyak mengenakan Koteka dengan rumah adat Honai  serta adat budaya lainnya. Posisi koordinatnya ada pada S 04°04. 733 serta E 137°09. 572. Carstensz Pyramid, atau dikenal juga dengan Puncak Jaya atau Puncak Jaya Kesuma oleh sebagian orang, terdapat di samping barat central highland Jayawijaya dan Pegunungan Sudirman. Merupakan satu-satunya gletser tropika di Tanah Air, yang besar kemungkinannya akan lenyap disebabkan pemanasan global seperti yang dihadapi Gunung Kilimanjaro di Tanzania.

Untuk mendaki gunung ini ada dua akses, yakni lewat freeport serta ilaga. Pendakian ke puncak membutuhkan skill tangguh serta medannya cuma direferensikan untuk pendaki yang memiliki pengalaman. Karenanya dianjurkan memakai layanan operator tour. Besaran ongkos mendaki ke Puncak Carstensz untuk turis mancanegara kisaran USD 10 ribu sampai USD 11 ribu. Namun untuk wisatawan domestik biayanya lebih murah mulai dari kisaran 30 juta rupiah. Ongkos itu telah termasuk perjalanan pendakian ke Puncak Carstensz, dimulai dari transportasi,  tenda, tim pemandu, konsumsi, porter, keamanan, dan akomodasi sesudah pendakian. Perjalanannya dapat didiskusikan dengan operator disesuaikan dengan harganya, paling cepat membutuhkan waktu perjalanan sepanjang 5 hari. Umumnya, para pendaki akan berkumpul di Bali lalu terbang ke Timika, Papua, diteruskan ke Nabire. Nabire merupakan salah satu kota paling dekat dengan rute pendakian.

Mendaki Puncak Carstensz yang menjadi salah satu objek wisata di Papua ini, membutuhkan lumayan banyak perijinan. Harus ada referensi dari kantor Menpora, Kapolri, BIA – intelejen Indonesia, Menhutbun/PKA, PT Freeport Indonesia (PTFI) . Bila Anda ingin melalui Tembagapura ditambah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) . Surat-surat tersebut mesti diurus di Ibu kota Jakarta. Lantas di Jayapura, ada referensi dari Bakorstranasda serta Kapolda mesti juga dikantongi. Sedangkan di Timika, referensi EPO serta izin PTFI untuk sarana lintasan. Terakhir di Tembagapura, berkoordinasi dengan Emergency Response Grup (ERG) untuk perlakuan Emergency Procedur serta aparat Satgaspam untuk permasalahan keamanan lintasan.

Rentetan panjang daftar surat referensi ini yang pada akhirnya banyak membuat para pencinta wisata alam di Papua harus mempersiapkan lebih banyak waktu sebelum melakukan pendakian. Bukan hanya untuk merampungkan prosedur administrasi saja, namun ini seluruhnya dibutuhkan untuk memastikan apakah hal-hal yg tidak diinginkan terjadi sepanjang ekspedisi Anda, karena pemerintah berkewajiban menjaga keselamatan para pendaki.

(ditulis ulang dari berbagai sumber, google)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*